7 Film Ini Dipercaya Mampu Ubah Hidup Jadi Lebih Baik

ituberita – Banyak film buatan studio Hollywood kerap mengagungkan dan mendramatisasi banyak karakter utamanya.

Hal ini bisa terlihat dari sudut penggambaran cerita yang fokus pada satu tokoh, dan bahkan tidak jarang menjadikan namanya sebagai judul dari film itu sendiri.

Dilansir dari Medium.com pada Jumat (30/3/2018), film-film Hollywood tersebut tidak semata mengeksplorasi cerita, dan membuat penontonnya terbuai, melainkan juga menyiratkan sejumput makna mendalam tentang suatu pesan kehidupan.

Ada film yang bisa menohok penontonnya dengan kisah penuh ambisi, sehingga membuat malu untuk beranjak dari kursi bioskop, malu dengan pencapaian diri yang dirasa tidak ada artinya.

Namun, ada juga film yang mampu membuat penontonnya seakan mendapat pencerahan, dan berjalan pulang dengan kepala tegak, seolah masa depan cerah mampu segera diraih esok hari.

Apapun jenisnya, harus diakui, film memang selalu berhasil memberi warna bagi penontonnya. Apakah itu berdampak langsung pada kehidupannya atau tidak, itu masalah nanti.

Berikut adalah tujuh film Hollywood yang pantas menggambarkan semarak dinamika hidup manusia.

1. Rocky

Rocky Balboa, seorang petinju berperawakan kecil dari kelas pekerja di kota Philadelphia, dipilih secara sepihak untuk melawan juara dunia kelas berat, Apollo Creed, ketika lawan yang seharusnya batal tanding karena cidera.

Dikembangkan dan ditulis sendiri oleh sang aktor, Sylvester Stalone, Rocky adalah kisah yang benar-benar diunggulkan, dengan pertunjukan hebat, musik dan akhirnya memenangkan kategori Film Terbaik pada ajang Piala Oscar tahun 1977.


2. The Shawshank Redemption

Andy Dufresne dijatuhi dua hukuman seumur hidup atas kasus pembunuhan terhadap istri dan kekasihnya, meski ia sebenarnya tidak benar-benar melakukan kejahatan tersebut.

Dia menjalin persahabatan luar biasa dengan Red, seorang rekan tahanan yang sama-sama mengalami kebrutalan kehidupan penjara, beradaptasi, dan merencanakan kabur dari penjara.

Film yang diadaptasi dari novel karya penulis populer Stephen King, disebut sebagai salah satu film adaptasi terbaik sepanjang masa, baik dari naskah maupun visualisasi ceritanya.


3. Fat, Sick and Nearly Dead

Menderita obesitas dan terserang penyakit autoimun, seorang pria berusaha hanya minum jus buah dan sayuran selama 60 hari dalam upaya menurunkan berat badan, dan memperoleh kembali kesehatannya.

Setelah mencapai titik terendah, momen kembalinya yang menakjubkan mengilhami sebuah gerakan untuk membantu orang lain, dengan penawaran jus melalui situs web dan buku resepnya.


4. Good Will Hunting

Will Hunting adalah sosok dengan IQ jenius, tetapi memilih untuk bekerja sebagai petugas kebersihan di kampus MIT. Dia memecahkan masalah matematika yang menantang, dan bakatnya ditemukan oleh Profesor Gerald Lambeau, yang memutuskan untuk menawarkan beberapa bimbingan.

Ketika Will ditangkap karena menyerang seorang perwira polisi, Lambeau berhasil mendapatkan keringanan baginya jika dia berkenan menjalani perawatan dari terapis Sean Maguire.

Selanjutnya, atas dukungan Sean, dan kata-kata bijak yang kerap dilontarkannya, Will pun menemukan jalan yang benar.

Film ini mendapatkan Oscar untuk Skenario Terbaik, dan menempatkan teman-teman Ben Affleck serta Matt Damon di jalan menuju jejeran papan atas Hollywood.


5. Erin Brockovich

Setelah sebuah kecelakaan mobil, yang memang membuktikan dirinya tidak bersalah, Brockovich memohon ke pengacaranya untuk mendapat pekerjaan di firma hukumnya.

Setelah disetujui, Erin terhuyung-huyung mengumpulkan catatan medis untuk menjelaskan sebuah kasus kriminal yang melibatkan isu kontaminasi air.

Erin mengungkap kasus itu secara tidak terbantahkan, dan membantu menemukan keadilan bagi mereka yang teraniaya.

Berkat peran inspirasional ini, Julia Roberts akhirnya memenangkan Piala Oscar untuk Aktris Terbaik.


6. Stand With Me

Hanya anak berusia 9 tahun, yang tampaknya mampu memimpikan sebuah lapak penjual limun, yang dapat mengubah dunia.

Setelah melihat foto dua anak laki-laki yang diperbudak di Nepal, Vivienne Harr tergerak untuk membantu, dan satu-satunya cara dia tahu adalah dengan mendirikan lapak limunnya.

Dengan tujuan membebaskan 500 anak dari perbudakan, dia menggelar lapak dagangannya setiap hari, hujan atau cerah. Vivienne adalah pahlawan lain, yang tidak disengaja, menginginkan keadilan untuk sesama.


7. Theory of Everything

Seorang mahasiswa Universitas Cambridge, yang juga merupakan sosok fisikawan masa depan, Stephen Hawking, jatuh cinta pada teman sekelasnya, Jane Wilde. Saat usia 21, ketika tengah giat-giatnya belajar, ia divonis mengidap penyakit neuron motorik.

Meski demikian, ia memulai studi ambisius tentang waktu, di mana ia sebenarnya disebut memiliki sangat sedikit tersisa. Dia dan Jane mengatasi rintangan, dan membuka lembaran penelitian baru di bidang kedokteran dan sains, mencapai lebih dari yang pernah dibayangkan siapa pun.

Aktor yang memerankan karakter biopik ini, Eddie Redmayne, mampu membuat sosok Stephen Hawking terlihat lebih manusiawi, sehingga ia pun diganjar Piala Oscar sebagai aktor terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *